Arwah orang-orang mukmin datang pada tiap malam ke langit dunia, dan berhenti di jurusan rumah-rumahnya dan berseru-seru dengan suara yang mengharukan seribu kali “wahai keluargaku, sanak-saudara, dan anak-anakku, wahai kau yang mendiami rumah-rumahku, memakai pakaianku dan membagi-bagi hartaku.
Apakah ada diantara kalian yang mengingat dan memikirkanku dalam pengasinganku ini dan aku berada dalam tahanan yang cukup lama dalam benteng yang kuat.
Kasihanilah kami, maka Allah akan mengasihanimu.
Janganlah kamu semua bakhil kepadaku sebelum kamu (berposisi) sepertiku.
Wahai hamba-hamba Allah sesungguhnya apa yang kau miliki sekarang dulu juga (pernah) ku miliki, hanya saja dulu aku tidak membelanjakannya di jalan Allah, dimana pemeriksaannya dan bahayanya menimpaku sedang kegunaannya bermanfaat kepada orang lain”.
Jika kamu (sanak, saudara dll) tidak memperhatikannya (arwah), maka mereka (arwah-arwah itu) tidak mendapatkan oleh-oleh sesuatu pun dan mereka hanya akan mendapatkan penyesalan dan kerugian.
Mayat itu di dalam kuburnya seperti orang hanyut yang meminta-minta tolong, mereka menunggu-nunggu doa dari anaknya, saudaranya atau teman-temannya.
Maka jika doa itu sampai kepadanya nilainya jauh lebih baik dibandingkan dunia seisinya.