Rabu, 22 Februari 2017

ISI DUNIA


Kudengar Suara Angin 
Yang Sedang bernyanyi dan daun menari
Kulihat bintang dilangit 
Yang sedang Berkedip, berbisik Lirih.

Laut Tunjukann Kilaumu..!!!
Untuk Basahi Bumiku......
Darat Tunjukan Tempatmu...!!!
Untuk Pijakan kakiku......

Kulalui Hidup Ini Tanpamu...
Yang terindah dan terkenang dijiwaku...
Kurelakan Jiwa ini Tanpamu..
Nan terbenam dan terbuai dijiwaku...

Ini Isi Duniaku.................
Kudengar Suara angin
Yang sedang bernyanyi dan daun menari.....

Selasa, 21 Februari 2017

DIUJUNG JALAN

Masa yang marah, masa yang tak pernah dimengerti.
Sebuah amarah dan emosi, yang tak pernah mengerti.
Diujung bumi, diujung yang tak terujung.
Masa yang kelam dibalik selambu biru.

Kumenatap mata yang merah dan pipi yang merah.
Kutak mampu menghapusnya dengan sapu tangan.
Aku hanya terdiam dibalik jeruji besi.
Aku hanya menuntut dengan angin.

Ingatkan,
ketika kita bergandengan tangan?
Membelai mentari dipagi hari.
Tangan kita menyentuh buliran padi.
Disitu ada sebuah arti.

Makna hati ini mendusta untuk kebaikan.
Kebahagian yang kau gapai saat ini.
Saat yang tak kau dapatkan saat bersama.
Diujung jalan ini kita terpisah.

LEGENDA YANG MENANGIS


Akulah Sang Legenda Hidup Di jiwamu.
Akulah Sang Petualang Nyata Di hidupmu.
Akulah Sang Pejuang yang Kau Tunggu di mimpimu.
Karena akulah Kiasan Itu.

Akulah Sang Api Yang membakar Amarahmu.
Akulah Sang Cahaya Penerang hidupmu.
Akulah Sang Dermawan Menyelimutimu.
Karena akulah yang setia untukmu.

Dan Kau tak akan berhenti menangis di langkahmu.
Sebelum kau nyata disisiku.
Dan Kau tak akan berhenti mencari di hidupmu.
Sebelum kau terjatuh dipelukku.

Inilah kutukan yang aku berikan untukmu.
Inilah kutukan yang aku sematkan untukmu.
Agar kau tau, sebuah kebenaran dari sisiku.
Agar kau tau, sebuah cinta yang tak kunjung pudar.

Menangislah.....
Menangislah.....
Dan kau akan tersenyum ketika aku menciummu.
Disitulah mimpimu telah terurai di batinmu.
Dan biarlah ku berguru tangis di langkahku.
Saat ini, dimasa laluku.

Minggu, 19 Februari 2017

Alunan Bulan Dan Bintang


Kucoba Pandangi nan Kucoba Lalui
Semua yang terjadi didasar hati
Kulihat sang bulan yang sedang bersedih
Tanpa ada bintang yang menemani

Bulan oh bulan...
Katakan padanya, aku kan selalu merindukannya.
Bintang oh bintang...
Tetaplah tersenyum, hingga terbawa dialunan bayu.

Kini kusadari kau bukan milikku lagi,
Yang ada hanyalah kenangan dihati.
Seandainya sang bulan tak pernah bersedih.
Disitu sang bintang kan terus berseri.

SANG FAJAR HARAPAN


Disana Sang Fajar Memberikan Harapan
Memberi Aroma Yang Wangi
Seharum Bunga Melati
Dan Memunculkan Mantra Sakti.

Memuji untuk yang patut Dipuji
Yang tumbuh dari dasar hati.
Dalam ikatan suci dan tersentuh jemari malaikat Surgawi.
Disitulah cinta yang akan dibawa mati.

By : BITTER COFFE PARK